Jumat, 30 Januari 2015

Makalah Energi Alternatif 4



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Beberapa tahun terakhir ini energi merupakan persoalan yang krusial didunia. Peningkatan permintaan energi yang disebabkan oleh pertumbuhan populasi penduduk dan menipisnya sumber cadangan minyak dunia serta permasalahan emisi dari bahan bakar fosil memberikan tekanan kepada setiap negara untuk segera memproduksi dan menggunakan energi terbaharukan.
Kebutuhan energi di dunia saat ini masih dipenuhi dengan bahan bakar fosil, yaitu : minyak, gas alam dan batu bara. Yang menjadi faktor pendorong konsumsi bahan bakar fosil yang semakin tinggi ini dipicu karena masih banyaknya penggunaan mesin industri dan transportasi penunjang yang umumnya masih menggunakan minyak bumi sebagai bahan bakar penggeraknya.
Menurut para ahli minyak bumi, gas alam, dan batu bara yang dikatakan sebagai bahan bakar fosil diperkirakan akan habis 30 tahun lagi, bahan bakar gas habis dalam kurun waktu 70-80 tahun, dan bahan bakar padat 120 tahun lagi. Sehingga diperlukan penghematan untuk bahan bakar fosil, tetapi jika kebutuhan akan bahan bakar juga banyak bagaimana cara mengatasinya.
Di Indonesia, pada dasarnya, sumberdaya energi memiliki dua fungsi, yakni sebagai pendorong pembangunan dan sebagai sumber devisa. Pertumbuhan ekonomi jelas sangat membutuhkan ketersediaan berbagai sumber daya alam di samping sumber daya manusia. Sumber daya energi merupakan salah satu sumber terpenting pendorong pertumbuhan ekonomi. Ia dibutuhkan setiap elemen masyarakat dalam menjalani aktivitas sehar-hari. Karena itu, keterbatasan sumber daya energi akan menjadi kendala yang dapat menghambat laju pertumbuhan ekonomi di kemudian hari.
Salah satu cara mengatasi krisis energi bahan bakar fosil ini yaitu menggunakan energi alternatif, dimana energi alternatif yang dapat diperbaharuhi dan banyak tersedia di alam. seperti gas, uranium, tenaga air, panas bumi, dan bioenergi, bahan bakar yang berasal dari bahan nabati.



B.     Rumusan Masalah
Berdasar uraian latar belakang diatas, maka dapat kami tarik suatu permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini yakni:
1.      Apa definisi energi?
2.      Apa pengertian  dari energi alternatif?
3.      Mengapa di perlukan adanya energi alternatif?
4.      Apa saja  energi alternatif tersebut?
5.      Dan bagaimana pemanfaatan energi alternatif?

C.    Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu:
1.      Agar pembaca mengetahui bahwa terdapat energi lain di alam yang dapat dimanfaatkan sebagai  pengganti bahan bakar fosil.
2.      Pembaca dapat mengetahui cara pengolahan energi alternatif tersebut agar dapat dimanfaatkan
3.      Agar dapat mengetahui manfaat energi alternatif.


















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Energi Alternatif
Energi adalah suatu kemampuan untuk melakukan kerja atau kegiatan. Tanpa energi, dunia ini akan diam atau beku. Dalam kehidupan manusia selalu terjadi kegiatan, dan untuk kegiatan otak dan kegiatan otot diperlukan energi. Energi itu diperoleh melalui proses oksidasi (pembakaran) zat makanan yang masuk dalam tubuh berupa makanan. Kegiatan manusia lainnya dalam memproduksi barang dan transportasi dan lainnya juga memerlukan barang dan transportasi dan lainnya juga memerlukan energi yang diperoleh dari bahan sumber energi atau sering disebut sumber daya alam (natural resources).
Energi alternatif adalah istilah yang merujuk kepada semua energi yang dapat digunakan yang bertujuan untuk menggantikan bahan bakar konvensional tanpa akibat yang tidak diharapkan dari hal tersebut. Umumnya, istilah ini digunakan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar hidrokarbon yang mengakibatkan kerusakan lingkungan akibat emisi karbon dioksida yang tinggi, yang berkontribusi besar terhadap pemanasan global. Energi Alternatif disebut juga energi pengganti. Energi alternatif sangat dibutuhkan untuk mengganti energi yang biasa dipakai selama ini yaitu energi yang berasal dari fosil. Energi fosil adalah energi yang berasal dari sisa-sisa hewan yang sudah mati tertimbun di dalam tanah berjuta-juta tahun yang lalu.
Alternatif yang diinginkan adalah energi alternatif yang memiliki kriteria sebagai berikut:
1.      Penggunaan energi alternatif ini dapat digunakan berulang-ulang.
2.      Energi alternatif yang dipilih jumlahnya sangat berlimpah di alam.
3.      Pengolahannya tidak merusak alam.
4.      Tidak berbahaya, aman, serta tidak menimbulkan berbau penyakit akibat pengolahan atau penggunaan energi alternatif tersebut.
5.      Tidak adanya dalam bentuk apapun yang sifatnya merusak alam atau dengan kata lain energi alternatif tersebut ramah lingkungan.
Secara umum, sumber daya energi dapat dibedakan menjadi :
1.      Sumber daya energi konvensional.
2.      Sumber daya energi nuklir.
3.      Sumber daya energi terbarukan.
Berdasarkan asal-muasalnya sumber daya energi bisa diklasifikasikan sebagai fosil dan non fosil. Minyak bumi, gas bumi, dan batubara disebut sebagai sumber energi fosil karena, menurut teori yang berlaku hingga saat ini, berasal dari jasad-jasad organik (makhluk hidup) yang mengalami proses sedimentasi selama jutaan tahun. Sedangkan energi non fosil adalah sumber energi yang pembentukannya bukan berasal dari jasad organik. Yang termasuk sumber energi non fosil adalah sinar matahari, air, angin, dan panas bumi dan lain-lain.
Dari segi pemakaian sumber energi terdiri atas energi primer dan energi sekunder. Energi yang langsung diberikan oleh alam dalam wujud aslinya dan belum mengalami perubahan (konversi) disebut sebagai energi primer. Sementara energi sekunder adalah energi primer yang telah mengalami proses lebih lanjut.
Minyak bumi jika baru digali (baru diproduksikan ke permukaan), gas bumi, batu bara, uranium (nuklir), tenaga air, biomassa, panas bumi, radiasi panas matahari (solar), tenaga angin, dan tenaga air laut dalam wujud aslinya disebut sebagai energi primer. Hasil olahan minyak bumi seperti bahan bakar minyak dan LPG disebut sebagai energi sekunder. Air terjun apabila belum diolah masuk klasifikasi energi primer. Apabila sudah dipasang pembangkit tenaga listrik  maka hasil olahannya, yaitu energi listrik, disebut sebagai energi sekunder. Pada dasarnya energi sekunder berasal dari olahan energi primer.

B.     Pemanfaatan Energi Alternatif Di Indonesia
Kelangkaan bahan bakar minyak, yang disebabkan oleh kenaikan harga minyak dunia yang signifikan, telah mendorong pemerintah untuk mengajak masyarakat mengatasi masalah energi bersama-sama. Penghematan telah kita gerakkan sejak dahulu karena pasokan bahan bakar yang berasal dari minyak bumi adalah sumber energi fosil yang tidak dapat diperbarui (unrenewable), sedangkan permintaan naik terus, demikian pula harganya sehingga tidak ada stabilitas keseimbangan permintaan dan penawaran. Salah satu jalan untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) adalah mencari sumber energi alternatif yang dapat diperbarui (renewable).
Indonesia sebuah negara kepulauan dengan beragam budaya, beragam suku, beragam bahasa dan juga sangat kaya akan sumberdaya alamnya. Masih banyak sekali energi potensial yang belum diolah dan dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah. Potensi energi angin sepanjang garis pantai, panas bumi yang saat ini mulai menjadi tren baru di sektor industri, namun masih perlu kajian komprehensif karena hampir 80 % energi panas bumi terdapat didalam kawasan konservasi. Energi lain yaitu tumbuhan jarak, nyamplung, ubi yang sangat potensial menghasilkan energi pengganti minyak juga merupakan alternatif baru yang harus segera diperhatikan.
Jika melihat sisi lain sumberdaya alam kita, Indonesia sampai saat ini masih dianugrahi kawasan hutan yang memiliki potensi sumberdaya hayati yang sangat besar. Keberadaan hutan menjadi hal yang utama jika kita mau serius mengolah sumberdaya hayati dengan bjiak. Potensi tanaman herba yang melimpah seharusnya bisa dikembangkan secara optimal. Potensi air juga merupakan suatu hal yang vital bagi kehidupan manusia. Sumberdaya air yang melimpah dengan kualitas yang baik menjadi hal yang sulit didapat jika keberadaan hutan hilang.
Pada intinya  adalah dukungan dan upaya serius dari pemerintah untuk pengembangan energi alternatif perlu dilakukan secepatnya. Memasyarakatkan energi lain selain BBM juga harus menjadi prioritas pemerintah. Karena dengan adanya energi alternatif, masa depan  kita bisa lebih terjamin. Dan eksploitasi energi yang tidak bisa diperbarui bisa terselematkan

C.    Macam-Macam Energi Alternatif
Sumber daya alam nonkonvensional yang akan kami bahas antara lain yaitu energi matahari, energi panas bumi, energi angin, energi air, energi laut, energi biogas, energi biomassa, energi biodiesel, dan energi zat radioaktif.
1.      Energi Matahari
Matahari merupakan sumber energi terbesar bagi bumi yang berupa energi panas dan energi cahaya. Energi panas matahari dapat digunakan secara langsung, misalnya untuk mengeringkan pakaian. Energi cahaya matahari menerangi bumi pada siang hari. Selain itu, cahaya matahari dimanfaatkan tumbuhan hijau untuk melakukan fotosintesis. Energi cahaya matahari juga digunakan untuk memanaskan air atau menghasilkan listrik. Oleh karena itu, energi cahaya biasa disebut sebagai tenaga surya. Pemanasan air dengan tenaga surya memerlukan alat yang disebut panel surya. Panel surya biasa dibuat dari lempengan logam hitam yang dihubungkan dengan pipa air. Lempengan ini akan memindahkan panas matahari ke air yang mengalir di sepanjang pipa.
Tenaga surya juga dapat digunakan untuk menghasilkan listrik. Alat yang diperlukan untuk menghasilkan listrik ini berupa cermin cekung dan turbin. Cermin ini akan bergerak mengikuti arah matahari saat melintas di langit. Cermin ini kemudian memfokuskan cahaya ke sebuah menara. Di menara tersebut panas yang diserap digunakan untuk mendidihkan air. Uap yang dihasilkan digunakan untuk menggerakkan turbin. Turbin inilah yang akan menghasilkan listrik. Listrik tenaga surya sangat bermanfaat untuk masyarakat pedesaan atau tempat-tempat terpencil. Listrik ini dapat digunakan untuk menyalakan lampu, televisi, bahkan lemari es. Energi cahaya matahari dapat diubah menjadi energi listrik menggunakan sel surya. Kegunaan sel surya di antaranya untuk menjalankan jam, kalkulator, dan penerangan luar ruangan. Bahkan, sel surya dengan susunan yang rumit dapat memberikan tenaga listrik ke satelit.
2.      Energi Panas Bumi
Energi geothermal atau energi panas bumi adalah energi yang berasal dari inti bumi. Inti bumi merupakan bahan yang terdiri atas berbagai jenis logam dan batu yang berbentuk cair, yang memiliki suhu tinggi. Energi ini dapat digunakan untuk menghasilkan listrik sebagai salah satu bentuk dari energi terbaharui, tetapi karena panas di suatu lokasi dapat habis, jadi secara teknis dia tidak diperbarui secara mutlak.
Energi geothermal yang dapat dimanfaatkan sekarang ini adalah panas bumi yang berasal dari magma. Magma adalah batuan cair/panas bumi yang terdapat di dalam/kerak bumi. Karena pengaruh geseran kulit bumi atau karena tekanan, magma dapat merembes ke permukaan bumi dan disebut lava. Lava inilah yang membentuk gunung-gunung di permukaan bumi. Gunung berapi menunjukkan bahwa ada hubungan aktif antara mulut gunung dengan magma, demikian juga adanya sumber-sumber air panas, menunjukkan adanya akuifer (kubangan air) yang terkena panas dari magma. Selanjutnya, apabila dilakukan pengeboran, maka akan terjadi semburan yang berupa gas/uap air panas atau air panas. Yang paling menguntungkan adalah bila semburan itu mengeluarkan uap air panas, sehingga dapat langsung dimanfaatkan untuk memutar turbin uap yang kemudian dikaitkan dengan generator pembangkit listrik dan akan diperoleh energi listrik untuk berbagai keperluan.
Energi panas bumi memiliki beberapa keunggulan dibandingkan sumber energi terbarukan yang lain, diantaranya: (1) hemat ruang dan pengaruh dampak visual yang minimal, (2) mampu berproduksi secara terus menerus selama 24 jam, sehingga tidak membutuhkan tempat penyimpanan energi (energy storage), serta (3) tingkat ketersediaan (availability) yang sangat tinggi yaitu diatas 95%.
3.      Energi Angin
Angin adalah udara yang bergerak dan berpindah tempat. Penggerakan udara itu disebabkan oleh perbedaan suhu. Perbedaan suhu disebabkan oleh perbedaan daya serap panas di permukaan bumi. Jadi, selama matahari masih memancarkan sinarnya ke bumi dan di bumi terdapat daratan dan lautan, maka akan terjadi perbedaan suhu dan menyebabkan terjadinya angin.
Pemanfaatan teknologi energi angin sebagai salah satu sumber energi yang dapat diperbarui juga sudah dilakukan di Indonesia. Tetapi energi listrik yang dihasilkan dari angin masih relatif kecil kapsitasnya. Sehingga umumnya teknologi ini hanya diterapkan di daerah terpencil atau di pedesaan yang belum terjangkau aliran listrik PLN. Prinsipnya sangat sederhana, yaitu angin ditangkap oleh baling-baling atau katakanlah rotor bersayap. Energi putaran (energi mekanis) diteruskan untuk memutar generator pembangkit listrik. Ukuran generator yang dipasang tentu saja harus disesuaikan dengan kapasitas angin dan rotornya. Pengubahan energi angin menjadi energi listrik ini sangat menguntungkan untuk tempat-tempat yang memang terdapat angin banyak. Memang tidak semua tempat menguntungkan untuk dibangun PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Angin), tapi sumber energi itu tersedia secara bebas, dan angin akan tetap bertiup sepanjang zaman.
4.      Energi Air
Energi air dapat digunakan dalam bentuk gerak atau perbedaan suhu. Karena air ribuan kali lebih berat dari udara, maka aliran air yang pelan pun dapat menghasilkan sejumlah energi yang besar. Tenaga air yang memanfaatkan gerakan air biasanya didapat dari sungai yang dibendung. Pada bagian bawah dam tersebut terdapat lubang-lubang saluran air. Pada lubang-lubang tersebut terdapat turbin yang berfungsi mengubah energi kinetik dari gerakan air menjadi energi mekanik yang dapat menggerakan generator listrik. Energi listrik yang berasal dari energi kinetik air disebut "hydroelectric". Hydroelectric ini menyumbang sekitar 715.000 MW atau sekitar 19% kebutuhan listrik dunia. Selain sebagai PLTA, air juga bermanfaan untuk sarana transportasi, sarana wisata/rekreasi, dan sarana irigasi/pengairan.
5.      Energi Laut
Laut memiliki potensi yang besar, yaitu ikan, tanaman laut, harta karun, dan masih banyak lagi. Prinsip sederhana dari pemanfaatan bentuk energi laut adalah memakai energi kinetik untuk memutar turbin yang selanjutnya menggerakkan generator untuk menghasilkan listrik.
Energi yang berasal dari laut (ocean energy) dapat dikatagorikan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut:
a)      Energi Ombak (Wave Energy)
Ombak dihasilkan oleh angin yang bertiup di permukaan laut. Ombak merupakan sumber energi yang cukup besar, namun untuk memanfaatkan energi yang terkandungnya dan mengubahnya menjadi listrik dalam jumlah yang memadai tidaklah mudah. Pada sebuah pembangkit listrik bertenaga ombak (PLTO), aliran masuk dan keluarnya ombak ke dalam ruangan khusus menyebabkan terdorongnya udara keluar dan masuk melalui sebuah saluran di atas ruang tersebut. Jika di ujung saluran diletakkan sebuah turbin, maka aliran udara yang keluar masuk tersebut akan memutar turbin yang menggerakkan generator. Setelah selesai dibangun, energi ombak dapat diperoleh secara gratis, tidak butuh bahan bakar, dan tidak pula menghasilkan limbah ataupun polusi. Secara ringkas kelebihan pembangkit listrik berenergi ombak yaitu: energi bisa diperoleh secara gratis, tidak butuh bahan bakar, tidak menghasilkan limbah, mudah dioperasikan, biaya perawatan rendah, dan dapat menghasilkan energi dalam jumlah yang memadai. Sedangkan kekurangannya yaitu: bergantung pada ombak, perlu menemukan lokasi yang sesuai dimana ombaknya kuat dan muncul secara konsisten.
b)      Energi Pasang Surut (Tidal Energy)
Pasang surut menggerakkan air dalam jumlah besar setiap harinya dan pemanfaatannya dapat menghasilkan energi dalam jumlah yang cukup besar. Dalam sehari bisa terjadi hingga dua kali siklus pasang surut. Oleh karena waktu siklus bisa diperkirakan (kurang lebih setiap 12,5 jam sekali), suplai listriknya pun relatif lebih dapat diandalkan daripada pembangkit listrik bertenaga ombak.
c)      Hasil Konversi Energi Panas Laut (Ocean Thermal Energy Conversion). Pemanfaatan energi dari laut yang terakhir bersumber dari adanya perbedaan temperatur di dalam laut. Temperatur di permukaan laut lebih hangat karena panas dari sinar matahari diserap sebagian oleh permukaan laut. Tapi di bawah permukaan, temperatur akan turun dengan cukup drastis. Pembangkit listrik dapat memanfaatkan perbedaan temperatur tersebut untuk menghasilkan energi. Pemanfaatan sumber energi jenis ini disebut dengan konversi energi panas laut (Ocean Themal Energy Conversion atau OTEC). Perbedaan temperatur antara permukaan yang hangat dengan air laut dalam yang dingin dibutuhkan minimal sebesar 77 derajat Fahrenheit (25 °C) agar dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik dengan baik. Secara ringkas kelebihan dari OTEC yaitu: tidak menghasilkan gas rumah kaca ataupun limbah lainnya, tidak membutuhkan bahan bakar, biaya operasi rendah, produksi listrik stabil, dapat dikombinasikan dengan fungsi lainnya: menghasilkan air pendingin, produksi air minum, suplai air 0untuk aquaculture, ekstraksi mineral, dan produksi hidrogen secara elektrolisis. Sedangkan kekurangannya yaitu: belum ada analisa mengenai dampaknya terhadap lingkungan, jika menggunakan amonia sebagai bahan yang diuapkan menimbulkan potensi bahaya kebocoran, dan biaya pembangunan tidak murah.
6.      Energi Biogas
Biogas merupakan gas campuran metana (CH4), karbondioksida (CO2) dan gas lainnya yang didapat dari hasil penguraian material organik seperti kotoran hewan, kotoran manusia, dan tumbuhan oleh bakteri pengurai metanogen pada sebuah biodigester. Cara membuat biogas yaitu bahan dasar proses pembusukan atau penguraian (sisa-sisa jasad hidup, misalnya sampah pertanian seperti batang pohon jagung, jerami, sisa ampas kelapa, enceng gondok, akasia, dan sebagainya) dicampur dengan bahan yang mengandung bakteri pengurai (misalnya kotoran kerbau atau sapi). Kemudia kedua bahan itu diaduk bersama air. Proses penguraian berjalan optimal pada temperatur 35-37º C. adonan itu tidak boleh terlalu asam suifatnya, tetapi harus netral. Prosesnya harus dilakukan dalam keadaan tertutup rapat dan tidak boleh kemasukan udara. Adonan tadi ditaruh dalam suatu bejana dan diletakkan dalam tanah.
                                   
Untuk menghilangkan bau gas dan untuk menaikkan mutu gas, maka biogas dicuci dengan jalan mengalirkannya melalui air yang dibubuhi sedikit kapur. Dengan pencucian ini bau gas yang tidak enak menjadi hilang dan gas karbondioksida dapat diserap oleh air sehingga biogas yang diperoleh dapat dibakar dengan hasil panas yang tinggi. Biogas kemudian ditampung dalam tangki penampungan gas dan dapat dialirkan ke rumah untuk memasak, untuk pabrik tahu, atau untuk keperluan lain.
7.      Energi Biomassa
Biomassa adalah segala jasad makhluk hidup yang digunakan untuk menghasilkan energi bila dibakar, yaitu berupa sampah-sampah organik sebagai sisa-sisa produksi pertanian. Biomassa yang berupa sampah atau sisa-sisa yang tidak berharga dapat digunakan sebagai sumber energi karena ia masih menyimpan energi matahari. Biomassa yang dapat dipakai sebagai bahan bakar itu tidak selalu berupa sampah, kadang-kadang berupa tanaman yang cepat tumbuh seperti angsana, akasia, dan sebagainya dapat digunakan sebagai bahan bakar secara ekonomis, atau sebagai sumber energi yang murah.
Pengambilan energi dari biomassa prinsipnya adalah membakar biomassa itu dalam tungku pembakar. Panas yang timbul digunakan untuk mendidihkan air, dan air mendidih itu timbul uap yang dapat digunakan untuk menggerakkan turbin uap. Selanjutnya turbin uap ini dapat menggerakkan generator listrik. Energi listrik dapat didistribusikan untuk berbagai macam keperluan. Hambatan dalam pembuatan biomassa adalah seluruh biomass harus melalui beberapa proses, yaitu harus dikembangkan, dikumpulkan, dikeringkan, difermentasi, dan dibakar. Seluruh langkah ini membutuhkan banyak sumber daya dan infrastruktur.
8.      Energi Biodiesel
Biodiesel merupakan bahan cair yang diformulasikan khusus untuk mesin diesel yang terbuat dari minyak nabati (bio-oil). Pemakaiannya tidak memerlukan modifikasi mesin dieselnya. Dengan komposisi campuran 5-20%, berbagai kendaraan mulai dari truk, bus, traktor, hingga mesin-mesin industri dapat menggunakan biodiesel ini. Biodiesel dapat dihasilkan dari tanaman yang mengandung asam lemak seperti kelapa sawit, jarak pagar, kelapa, sirsak, srikaya, dan kapuk. Biodiesel selain ramah lingkungan, harganya juga sangat murah. Biodiesel diprediksi dapat menggantikan posisi minyak bumi yang harganya mahal dan semakin langka.
9.      Energi Zat Radioaktif
Zat radioaktif dapat memancarkan sinar α (alpha) yang bermuatan listrik positif, sinar β (beta) yang bermuatan listrik negatif, dan sinar γ (gamma) yang tidak bermuatan listrik. Sinar γ (gamma) inilah yang sangat berbahaya karena dapat menembus apa saja yang menghalanginya. Molekul-molekul yang netral dapat berubah menjadi ion-ion yang bermuatan listrik bila terkena sinar ini. Sinar γ inilah yang dapat mengubah susunan gen atau kromosom dalam inti sel sehingga kekurangannya dapat bervariasi, yaitu ada yang mati, ada yang cacat, dan ada yang mempunyai sifat menguntungkan seperti buahnya lebat, umurnya singkat, dan sebagainya. Manusia memanfaatkan sinar ini untuk pertanian dan peternakan. Di samping itu, zat-zat radioaktif dapat bersifat sebagai tracer (penelusur), misalnya tempat sakit, kebocoran waduk, dan sebagainya.

D.    Hambatan   Yang   Dihadapi  Manusia  Dalam  Pencarian Energi Alternatif
Hambatan yang dihadapi oleh manusia dalam pencarian energi alternatif tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
Ø  Pembiayaan yang terbatas dan kesulitan untuk menentukan arah/pola pendidikan, sains, riset, dan perkembangan teknologi yang tepat dan serasi.
Ø  Bertambahnya angkatan kerja dan kesukaran dalam bidang pengembangan industri.
Ø  Masalah pengadaan dan permintaan akan bahan-bahan dasar seperti bahan mineral, baja, dan bahan energi.
Ø  Masalah yang menyangkut kebijaksanaan pengelolaan sumber daya alam, energi, dan lingkungan hidup.
Ø  Langkanya sumber daya manusia, langkanya keterampilan, dan langkanya sumber daya penunjang.
Ø  Masih memerlukan suku cadang impor sehingga memboroskan biaya produksi.
Ø  Penciptaan teknologi tepat guna sangat lambat sehingga perlu dilakukan oleh ahli teknologi dari pihak asing ke tangan ahli Indonesia.
Ø  Kurangnya peran serta lembaga-lembaga dalam pengembangan teknologi tepat guna.
Ø  Kurangnya pendidikan kejuruan dan kurangnya kesadaran akan arti penting dari keterampilan dan keahlian dalam memanfaatkan teknologi.

E.     Keuntungan dan Kerugian Energi Alternatif
1.      Keuntungan
Adapun keuntungan dari dari energi alternatif antara lain yaitu:
a.       Sumber energi alternative dapat digunakan terus karena tidak akan habis.
b.      Energi yang dihasilkan sangat besar.
c.       Menambah pengaman terhadap pasokan energi
d.      Mengurangi subsidi BBM
e.       Menghasilkan suatu negara.
f.       Energi alternatif tidak mencemari lingkungan.
2.      Kerugian
Adapun kerugian dari energi alternatif adalah:
a.       Dibutuhkan biaya yang besar untuk memanfaatkan energi alternative
b.      Dibutuhkan teknologi tinggi dan pemikiran yang rumit untuk memanfaatkan energi alternatif
c.       Tersedianya juga dipengaruhi musim. Contoh air akan banyak ketika musim penghujan tetapi akan berkurang ketika musim kemarau



















BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Energi adalah suatu kemampuan untuk melakukan kerja atau kegiatan. Tanpa energi, dunia ini akan diam atau beku.  Energi alternatif adalah istilah yang merujuk kepada semua energi yang dapat digunakan yang bertujuan untuk menggantikan bahan bakar konvensional tanpa akibat yang tidak diharapkan dari hal tersebut. Macam – macam energi alternatif diantaranya berasal dari matahari, angin, air, gas alam dan lain sebagainya

B.     Saran
Salah satu jalan untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) adalah mencari sumber energi alternatif yang dapat diperbarui (renewable). Energi alternatif adalah energi yang dapat digunakan yang bertujuan untuk menggantikan bahan bakar konvensional tanpa akibat yang tidak diharapkan dari hal tersebut. Potensi sumber daya energi alternatif terbarukan, seperti: matahari, angin dan air, ini secara prinsip memang dapat diperbarui, karena selalu tersedia di alam. Maka dari itu, untuk mengatasi akan kelangkaan dari BBM maka kita bisa menggunakan / memanfaatkan energi alternatif tersebut sebagai penggantinya.











DAFTAR PUSTAKA

http://teknologi.kompasiana.com
@copyright mamaNET5758 Karangan - Trenggalek

Makalah Energi Alternatif 3



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Bahan bakar sudah menjadi masalah yang mengglobal. Semua orang mencoba mencari bahan bakar alternatif. Pencarian ini dilakukan agar dapat menemukan bahan bakar selain bahan bakar yang telah ada. Bahan bakar yang telah ada diyakini akan segera habis atau pada suatu saat nanti akan segera habis. Oleh karena itu, sebelum bahan bakar tersebut habis maka dicarilah bahan bakar penggantinya.
Selain itu, upaya untuk mendapatkan sumber bahan bakar lain adalah untuk mengurangi dampak negatif dari bahan bakar fosil yang telah ada saat ini. Bahan bakar fosil ini adalah yang terbanyak digunakan sehingga tingkat pencemaran yang dihasilkan semakin hari semakin tinggi. Manusia semakin merasa khawatir akan hal ini maka dari itu dilakukan banyak penelitian untuk mendapatkan sumber bahan bakar lainnya.
Bahan bakar minyak merupakan sumber energi tak terbarukan yang akan habis suatu saat nanti. Itu sebab, mencari sumber bahan bakar alternatif menjadi semakin mendesak untuk memenuhi kebutuhan energi dunia yang selalu meningkat. Selain isu kelangkaan, bahan bakar fosil seperti bensin dan solar dikenal memiliki dampak buruk terhadap lingkungan.

B.     Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini adalah:
1.      Apakah pengertian dari bahan bakar / sumber energi alternatif?
2.      Bagaimana sifat dari bahan bakar alternatif tersebut?
3.      Apa saja macam / jenisnya?

C.    Tujuan
Penyusunan makalah ini bertujuan untuk:
1.      Memahami pengertian dari bahan bakar / sumber energi alternatif.
2.      Mengetahui  sifat dari bahan bakar alternatif.
3.      Mengetahui  macam / jenis bahan bakar altermatif.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Bahan Bakar Alternatif
Bahan bakar alternatif adalah bahan bakar yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar konvensional yang terutana bersumber dari bahan bakar fosil. Secara mudah, bahan bakar alternatif identik dengan bahan bakar apapun selain yang berasal dari minyak bumi. Sebagian produsen mobil telah mulai memproduksi mobil hybrid untuk mengurangi ketergantungan penuh pada bahan bakar minyak.

B.     Sifat Bahan Bakar Alternatif
Bahan bakar yang dicari haruslah memiliki sifat dan spesikasi tertentu. Sifat itulah yang akan membedakan bahan bakar tersebut dari bahan bakar yang sudah ada sebelumnya. Bahan bakar yang dicari haruslah memiliki sifat sebagai berikut.Bahan bakar yang dicari haruslah memiliki sifat sebagai berikut.
Ø  Dapat Diperbaharui
Bahan bakar pengganti yang akan digunakan sebagai alternatif lain dari bahan bakar yang sudah ada haruslah memiliki sifat yang dapat diperbarui. Kenapa harus dapat diperbarui? Karena jika bahan bakar tersebut terus menerus digunakan maka pasti akan habis. Oleh karena itu, bahan tersebut haruslah dapat diperbarui. Bahan bakar fosil yang selama ini dipergunakan termasuk sebagai bahan bakar yang tak dapat diperbarui. Berarti suatu saat nanti akan habis. Oleh karena itu harus ada bahan bakar pengganti yang sifatnya dapat diperbarui. Pengertian dari sifat dapat diperbarui adalah bahan bakar tersebut ketersediaannya dapat kita hasilkan kembali. Bentuk dari perbaruan biasanya dengan cara menanam kembali. Biasanya bahan bakar yang dapat diperbarui berasal dari hewan dan tumbuhan. Berasal dari hewan dan tumbuhan karena hewan dan tumbuhan bisa dikembangbiakan atau dapat diperbarui. Karena sifat hewan dan tumbuhan yang dapat diperbarui tersebut maka hewan dan tumbuhan menjadi alternatif utama dalam penciptaan sumber bahan bakar lain ini.


Ø  Tersedia dalam jumlah besar
Ketersediaan juga mempengaruhi dalam pencarian bahan bakar alternative. Jika bahan yang digunakan sebagai bahan bakar tersebut memiliki tingkat ketersediaan yang rendah maka penggunaannya juga akan singkat. Dengan penggunaan yang singkat tersebut berarti harus mencari bahan bakar alternative lainnya. Agar hal tersebut tidak terjadi maka alangkah baiknya jika sejak awal dalam pencarian bahan bakar alternative bahan yang digunakan harus memiliki ketersediaan dalam jumlah banyak. Dengan tersedianya bahan bakar alternatif dalam jumlah yang banyak maka kita tidak akan khawatir akan terjadinya krisis bahan bakar. Seperti sekarang ini, kita mulai khawatir pada sebagian bahan bakar karena ketersediaannya yang sudah mulai menipis di bumi ini. Padahal secara keseluruhan kita sudah banyak menggunakan energi tersebut. Penggunaan bahan bakar tersebut juga didukung dengan penciptaan alat-alat lain yang juga menggunakan bahan bakar tersebut. Alhasil, kita pun akhirnya memiliki sifat ketergantungan yang tinggi terhadap bahan bakar tersebut. Sebagai contoh untuk saat ini kita banyak menggunakan energi listrik yang dihasilkan dengan menggunakan bahan bakar minyak dan tenaga air serta tenaga yang lainnya. Berbagai macam alat pun banyak yang menggunakan energi listrik sebagai energinya.  Alat-alat yang digunakan tersebut sangat membantu kita dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan sangat sulit dibayangkan jika kita hidup tanpa menggunakan alat tersebut. Keadaan yang seperti inilah yang menyebabkan kita bergantung pada alat-alat tersebut. Padahal alat tersebut membutuhkan energi yang bahan bakarnya diperoleh dari bahan bakar yang sebagian besar tidak dapat diperbarui. Maka akan sangat celaka sekali jika tidak segera dicarikan alternatifnya.
Ø  Murah
Sifat murah juga tidak kalah pentingnya sebagai salah satu sifat dari bahan bakar alternative. Murah dengan tujuan dapat dijangkau oleh semua kalangan baik yang kaya atau miskin. Penggunaan bahan bakar yang bertujuan menghasilkan energi sehingga terpenuhi kebutuhan hidup sehari-hari adalah kebutuhan semua orang. Jadi sangat disayangkan jika bahan bakar pengganti yang ditemukan ternyata memiliki harga yang mahal. sudah bisa dipastikan bahwa bahan bakar tersebut pasti hanya akan bisa dinikmati oleh orang yang kaya saja sedangkan orang yang miskin tidak dapat ikut menikmatinya. Salah satu tujuan diciptakannya bahan bakar alternatif adalah harganya murah. Hal ini dimaksudkan agar bahan bakar alternative ini dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat. Tidak seperti saat ini, harga bahan bakar fosil melambung tinggi. Pemerintah pun berencana menaikkan kembali harga bahan bakar yang sudah mahal ini. Akan semakin sedikit orang yang mampu untuk membelinya.

C.    Berbagai Macam Bahan Bakar / Sumber Energi Alternatif
Mengapa kita membutuhkan sumber energi alternatif? Penggunaan energi alternatif akan memberi perlindungan suatu bangsa pada kenaikan harga bahan bakar fosil, serta mengurangi ketergantungan pada negara-negara lain untuk pasokan minyak. Selain itu, sumber energi alternatif akan membatasi konsumsi sumber energi tak terbarukan seperti minyak bumi dan batubara, serta yang paling penting, mengurangi pencemaran lingkungan dan efek negatif pada sumber daya alam seperti air, udara, hutan, dll. Peningkatan penggunaan sumber energi alternatif pada akhirnya akan menciptakan lapangan kerja baru sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Berikut beberapa sumber energi alterbatif:
1.      Listrik
Listrik berpotensi menjadi sumber energi alternatif untuk masa depan. Hanya saja, di sebagian belahan dunia, listrik masih menjadi sumber daya langka yang belum tersebar merata. Namun di masa depan, mobil bertenaga listrik tetap menjadi solusi yang menjanjikan. Ini didukung oleh banyak pabrikan mobil yang sudah mulai memproduksi mobil listrik.
2.      Etanol atau Metanol
Bahan bakar ini merupakan varian dari alkohol dan dapat dihasilkan dari gas alam atau sumber daya alam lain yang mengandung karbon. Masa depan alkohol sebagai bahan bakar alternatif cukup menjanjikan yang didukung oleh tingkat polusi rendah sehingga lebih ramah lingkungan. Etanol atau metanol juga relatif lebih murah diproduksi meskipun sebagian masih bergantung pada cadangan gas alam.
3.      Hidrogen
Hidrogen diproduksi dengan memecah gas alam dan sumber daya lain yang sejenis. Namun, sumber terbesar hidrogen adalah air. Ketika teknologi untuk mensintesis hidrogen dari air telah ekonomis, hidrogen berpotensi besar menjadi arus utama bahan bakar di masa depan. Banyak penelitian masih harus dilakukan, namun potensi hidrogen sebagai bahan bakar alternatif jelas tidak bisa diremehkan.
4.      Biodiesel
Sumber lain terbarukan adalah biodiesel yang dibuat dengan mengolah dan mengekstrak energi dari berbagai macam tanaman dan sayuran. Sumber untuk biodiesel amat melimpah sekaligus merupakan bahan bakar yang ramah lingkungan dengan emisi rendah. Satu-satunya hambatan adalah peralatan yang dapat mengekstrak sejumlah besar energi biomassa dari berbagai sumber.
5.      Gas Alam
Gas alam merupakan bahan bakar yang bersih dan juga tersedia dalam jumlah besar. Gas alam diperoleh langsung dari alam atau dari hasil sampingan pengeboran minyak bumi. Gas alam dikenal memiliki emisi buang lebih rendah dibanding bensin atau solar sehingga lebih ramah lingkungan. Fakta juga menunjukkan gas alam mengeluarkan emisi karbon monoksidan 90% lebih rendah dibandingkan bensin atau solar.
6.      E85
E85 adalah jenis bahan bakar yang bisa digunakan sebagai alternatif bagi bensin. E85 adalah campuran etanol 85 persen dan 15 persen bensin. Kelemahannya, E85 kurang efisien dibandingkan dengan bensin. Dibutuhkan dua kali E85 lebih banyak dibanding bensin untuk menempuh jarak yang sama.
7.      Sumber Energi Alternatif Lain
Ø  Tenaga Nuklir
Proses reaksi nuklir terkendali bisa menjadi sumber energi alternatif yang memiliki potensi amat besar. Proses nuklir tersebut dikenal pula sebagai reaksi fisi. Pada pembangkit listrik tenaga nuklir, panas yang dihasilkan oleh reaksi fisi digunakan untuk menguapkan air. Uap yang dihasilkan lantas digunakan untuk menggerakkan generator yang kemudian menghasilkan listrik. Survei yang dilakukan pada tahun 2007 menunjukkan bahwa sekitar 14% pasokan listrik dunia dipenuhi oleh pembangkit listrik tenaga nuklir.
Ø  Energi Biomassa
Materi biologis yang masih hidup atau telah mati disebut sebagai biomassa. Biomassa umum digunakan sebagai sumber bahan bakar atau untuk produksi industrial. Tanaman hidup, pohon mati, dan serpihan kayu merupakan bagian dari biomassa. Sekitar 0,5 listrik di Amerika Serikat tercatat dihasilkan dari energi biomassa.
Ø  Gas Alam
Sebelum digunakan, gas alam biasanya dikompresi terlebih dahulu hingga berubah wujud menjadi cair. Pembakaran gas alam memang masih menghasilkan gas rumah kaca, namun dibandingkan bahan bakar lain seperti bensin atau solar, emisi gas alam dianggap masih lebih bersih.
Ø  Panas Bumi
Panas bumi merupakan sumber energi alternatif yang ekonomis, dapat diandalkan, dan ramah lingkungan. Panas bumi merupakan sumber energi yang dapat diperbarui sehingga bebas dari isu kelangkaan. Penggunaan tenaga panas bumi dapat dilacak hingga jaman Romawi kuno. Pada saat itu, panas bumi populer digunakan sebagai pemanas ruangan dan untuk keperluan mandi. Saat ini, panas bumi merupakan sumber energi alternatif yang bisa digunakan sebagai pembangkit listrik.
Ø  Pembangkit Listrik Tenaga Air






Pembangkit listrik tenaga air mungkin masih menjadi sumber energi alternatif yang populer. Tenaga air merupakan sumber energi terbarukan sekaligus ramah lingkungan karena tidak menghasilkan limbah.
Ø  Tenaga Angin
Turbin angin lazim digunakan untuk mengubah energi angin menjadi listrik. Catatan menunjukkan bahwa sekitar 1,5% pasokan listrik dunia dihasilkan oleh tenaga angin. Meskipun angka tersebut terbilang kecil, namun persentasenya selalu meningkat dari tahun ke tahun.
Ø  Tenaga Matahari
Tenaga surya umum digunakan sebagai pembangkit listrik. Perkembangan teknologi memungkinkan sel surya semakin ringan, mudah diangkut, dan lebih efisien.
Ø  Energi Gelombang Laut
Seperti namanya, gelombang laut bisa digunakan untuk menghasilkan listrik. Teknologi ini, meskipun memiliki potensi besar, belum banyak digunakan. Rintangan utama dalam memperluas penggunaannya adalah dampak negatif yang akan terjadi pada lingkungan laut. Pembangkit listrik dari gelombang laut berpotensi mengganggu usaha penangkapan ikan sekaligus bentang alam alami lingkungan laut.
Ø  Energi Pasang Surut
Seperti energi dari gelombang laut, energi pasang surut juga belum banyak digunakan. Namun, para ahli melihat pasang surut sebagai sumber energi alternatif yang menjanjikan di masa depan. Pasang surut dianggap menjanjikan karena mudah diprediksi tidak seperti energi matahari dan angin. Salah satu faktor utama yang membuat teknologi pasang surut belum banyak diterapkan adalah biaya yang tinggi serta langkanya daerah yang memiliki perbedaan pasang surut besar.






















BAB III
KESIMPULAN

A.    Kesimpulan
Sebuah kendaraan, pabrik, pertokoan, perumahan dan lainnya tidak akan ada artinya tanpa bahan bakar yang memberikan tenaga untuk menggerakkannya. Bahan bakar yang paling banyak digunakan di seluruh dunia untuk memberikan tenaga kepada alat – alat yang ada  didalamnya adalah minyak bumi. Akan tetapi, persediaan minyak bumi (BBM) di muka bumi ini sangat terbatas, karena itu harga bahan bakar minyak selalu naik dan mahal. Selain itu, bahan bakar minyak kebanyakan juga tidak ramah lingkungan.
Karena itu, sudah saatnya para produsen / rumah tangga menciptakan peralatan yang menggunakan bahan bakar alternatif. Selain bahan bakar alternatif ini lebih murah dan ramah lingkungan, bahan bakar alternatif juga persediaannya sangat banyak. Berbagai macamnya adalah seperti yang telah kami uraikan dalam BAB II pembahasan.

B.     Saran
Indonesia memang membutuhkan optimalisasi penggunaan energi alternatif dengan mempertimbangkan biaya teknis yang murah. Maka dari itu dalam memilih energi alternatif, harus berdasarkan biaya teknis yang lebih rendah dalam mengolah sumber energi menjadi energi yang bisa digunakan.












DAFTAR PUSTAKA